Tonggeret Suara Nyaring Di Hutan. Jika berada di hutan atau pedesaan maka sering terdengar suara serangga yang berbunyi nyaring. Suaranya yang nyaring di akhir musim penghujan menjadi tanda tersendiri bahwa musim akan berganti kemarau.

Tonggeret Suara Nyaring Di Hutan

Tonggeret atau garengpung adalah sebutan untuk segala jenis serangga anggota subordo Cicadomorpha, ordo Homoptera. Serangga ini dikenal dari banyak anggotanya yang mengeluarkan suara nyaring dari pepohonan dan berlangsung lama.

Banyak nama untuk Tonggeret. Di negara jepang disebut Semi, di Perancis disebut Cigale, di Spanyol disebut Cigarre, di Sunda disebut Cengreret, di Jawa disebut Garengpung

Di Indonesia, jumlah spesies tonggeret mencapai 235 jenis. Spesies satwa ini dapat di temui pada beberapa pulau di Indonesia diantaranya adalah Jawa, Sumatra, dan Kalimantan, dengan ketinggian 200-1400 mdpl.

Ciri-Ciri dan Morfologi Tonggeret

Ciri-Ciri dan Morfologi Tonggeret dapat hidup pada daerah dengan iklim sedang sampai tropis. Secara morfologi, panjang badan serangga ini bervariasi antara 0,8-6,5 cm. Bentuk kepalanya pendek, melebar dan letaknya melintang.Sayapnya kokoh, dan tembus pandang, sehingga semua venasi atau pertulangannya terlihat jelas.

Ketika istirahat, sayapnya mereka rentangkan ke belakang sepanjang abdomennya sehingga mirip seperti atap. Sayap yang panjang menutupi sayap yang lebih pendek.Imago tonggeret memiliki badan yang tebal dengan dua pasang sayap yang berukuran 2,5-15 cm. Abdomennya terdiri dari 9-10 segmen.

Biasanya tonggeret berwarna hijau muda atau coklat tetapi kadang-kadang ada yang bermotif batik. Walaupun tonggeret ini bersayap besar dan kokoh tetapi mereka tidak aktif terbang jauh atau hanya terbang beberapa meter saja untuk berpindah antar cabang.

Mengapa Tonggeret Berbunyi Nyaring

Tonggeret termasuk spesies yang unik karena memiliki alat penghasil dan penerima suara yang sangat kompleks. Alat penghasil suara atau timbal (tymbals) umumnya terdapat pada serangga jantan, sedangkan alat penerima suara atau timpana (tympana) tumbuh pada serangga jantan dan betina.

Banyak hewan termasuk serangga menghasilkan suara yang berfungsi untuk berkomunikasi atau sebagai aktivitas normalnya. Suara atau bunyi yang dihasilkan untuk berkomunikasi inilah yang dimaksud dengan komunikasi akustik serangga. Suara  tonggeret jantan dapat berfungsi sebagai alat berkomunikasi untuk memanggil betina untuk berkembangbiak.

Adapun fungsi suaranya antara lain sebagai sinyal tanda bahaya, dan sebagai tanda kematian yang biasanya terdengar seperti suara tangisan yang lebih lirih dan lembut. Alasan lainnya mengapa suara senandung itu begitu keras adalah karena suara tersebut dapat menghalangi predator.

Suara senandung tonggeret dipengaruhi oleh fluktuasi cuaca. Secara umum, tonggeret menyukai sinar matahari dan kehangatan, tetapi terlalu banyak panas atau terlalu dingin akan sedikit mengganggu mereka. Spesies yang berbeda lebih suka waktu yang berbeda dalam sehari, dan masing-masing 3.000 spesies memiliki suara yang berbeda.

Kelompok tonggeret paling keras adalah yang berkala yang muncul setiap 13 tahun dan yang muncul setiap 17 tahun, mungkin karena jumlahnya jauh lebih banyak daripada yang tahunan.

Siklus Hidup Tonggeret

Tonggeret memiliki siklus hidup yang panjang. Fase nimfanya menghabiskan waktu sekitar 6-7 tahun dalam tanah. Selama masa perkembangannya, tonggeret mengalami 4 kali ganti kulit walaupun terkadang ada yang mengalami 5 kali ganti kulit tergantung jenis individunya.

Pergantian kulit nimfa menjadi dewasa umumnya terjadi pada saat setelah hujan. Waktu yang mereka butuhkan untuk ganti kulit kurang lebih satu jam atau kadang-kadang lebih.

Berdasarkan perilaku siklus hidupnya, tonggeret dapat  digolongkan ke dalam 3 tipe, diantaranya adalah :

  1. Tipe tahunan pada tipe ini , tonggeret menjalani siklus hidup penuhnya secara tahunan.
  2. Tipe periodikal, tonggeret tipe ini fase nimfanya akan tetap mengubur diri dalam tanah selama bertahun-tahun (spesies Magicicada septendecim bisa tetap berada di dalam tanah selama 17 tahun), lalu mereka secara serempak mereka keluar dari tanah & berubah menjadi tonggeret dewasa sehingga langit habitatnya menjadi penuh dengan tonggeret akibat begitu banyaknya tonggeret dewasa yang muncul.
  3. Tipe kombinasi yaitu gabungan dari tipe tahunan & periodikal.

Tonggeret memiliki keunikan, tidak seperti halnya serangga lainnya, tonggeret tidak mengunyah makanannya, melainkan dengan cara menancapkan mulutnya yang seperti jarum dan menghisap sari makanan nya dari dalam batang pohon. Demikian artikel tentang Tonggeret Suara Nyaring Di Hutan, semoga bermanfaat.

Source:

jatinangor.itb.ac.id/2015/05/27/tonggeret/
greeners.co/flora-fauna/tonggeret/

Read previous post:
terjadinya hujan es di indonesia
Terjadinya Hujan Es di Indonesia

Close