Keindahan Kyoto di Musim Gugur, Kyoto adalah kota yang terletak di Pulau Honshu, Jepang. Kota ini merupakan bagian dari daerah metropolitan Osaka-Kobe-Kyoto. Kyoto memiliki banyak situs bersejarah dan merupakan ibu kota Prefektur Kyoto.

Ibu kota istana (tojō) bernama Heian-kyō ditetapkan sebagai ibu kota pada tahun 794. Sebagai ibu kota (miyako), Heian-kyō menjadi pusat pemerintahan dan budaya Jepang. Pada masa itu, ibu kota disebut kyō no miyako yang selanjutnya berubah menjadi Kyoto. Di zaman dulu, Kyoto juga disebut Kyōraku, Rakuchū, atau Rakuyō. Penamaan seperti ini mengikuti kebiasaan di Tiongkok yang memiliki ibu kota di Rakuyō

Keindahan Kyoto di Musim Gugur

 

Keindahan Kyoto di Musim Gugur, Jepang dianugerahi dengan pemandangan alam yang selalu berganti dari musim ke musim, dan melihat warna indah daun-daun musim gugur adalah bagian yang tidak boleh terlewatkan saat musim gugur di Jepang.

 

Keindahan Kyoto di Musim Gugur

Jepang dianugerahi dengan pemandangan alam yang selalu berganti dari musim ke musim, dan melihat warna indah daun-daun musim gugur adalah bagian yang tidak boleh terlewatkan saat musim gugur di Jepang. Ada banyak sekali tempat yang menampilkan warna-warna indah musim gugur di seluruh Jepang, tetapi musim gugur di Kyoto adalah sesuatu yang harus Anda rasakan sendiri untuk benar-benar mengetahui betapa menakjubkannya itu. Dedaunan musim gugur yang elok sangat harmonis dengan keindahan kuil-kuil bersejarah di Kyoto, dan lumut berwarna hijau terang menciptakan kontras yang luar biasa dengan daun merah di seluruh taman Jepang.

Kuil Tofukuji terkenal di seluruh Jepang sebagai tempat melihat dedaunan musim gugur yang paling populer di Kyoto. Kuil ini dikenal memiliki lahan yang luas sekitar 20.000 meter persegi, serta Taman Honbo dan Gerbang Sanmon yang telah ditetapkan sebagai harta nasional. Dengan sekitar 1.000 pohon maple dan pohon-pohon musim gugur lainnya yang menghiasi halaman kuil, warna daun-daun musim gugur di sana begitu menakjubkan. Keindahan lembah yang terlihat dari Jembatan Tsuten yang menghubungkan bangunan utama dan Aula Kaisando juga merupakan pemandangan luar biasa. Jangan lewatkan melihat berbagai pohon maple Tsuten Momiji yang memiliki daun berujung tiga dan warna emas yang cemerlang. Kuil Tokufuji penuh dengan hal-hal menarik, tetapi bisa menjadi sangat ramai saat masa puncak musim gugur, jadi pastikan Anda meluangkan waktu yang cukup untuk melihat semuanya.

Kuil Bishamon-do adalah kuil kuno yang mengabadikan Bishamonten, dewa keberuntungan. Daun-daun berwarna merah terang yang berguguran di jalur menuju aula utama bertransformasi seperti sebuah karpet. Karpet daun unik ini menjadi simbol musim gugur di Kuil Bishamon-do, dan merupakan pemandangan yang hanya bisa Anda lihat di Kyoto. Taman Bansui-en juga terletak di halaman kuil. Berada jauh dari kota, tempat sunyi dan bersejarah ini pasti akan membuat Anda terhanyut ke dalam keindahan musim gugur Jepang.

Kuil Eikan-do sangat menonjol di antara sekian banyak tempat melihat dedaunan musim gugur di Kyoto. Terkenal di seluruh Jepang, kuil ini terkadang dijuluki dengan “Warna Musim Gugur Eikan-do”, bahkan telah dikenal sebagai tempat menikmati dedaunan musim gugur sejak zaman Heian (794 – 1185). Sekitar 3.000 pohon maple tumbuh di halaman, menciptakan pemandangan indah bersama dengan pagoda bertingkat dua dan kebun Jepang. Pohon yang dinamai “maple dinding batu” juga tumbuh di atas batu-batu curam dan dinding batu yang menghadap ke tanah. Tidak jelas bagaimana mereka dapat tumbuh secara alami di lereng yang curam. Oleh sebab itulah pohon-pohon ini kemudian dikenal sebagai salah satu dari “Tujuh Keajaiban Eikan-do”.

Kuil Kifune, kuil kuno yang didedikasikan untuk dewa air ini dikenal sebagai tempat yang memberikan kekuatan spiritual untuk cinta dan pernikahan. Kurang lebih ada 3.000 pohon maple liar yang tumbuh di daerah itu dan memberikan warna indah di musim gugur. Dengan adanya berbagai kultivar dalam keluarga maple, pengunjung dapat menikmati spektrum warna yang berganti dari hijau ke kuning, oranye, dan merah. Jalur menuju kuil dan daerah sekitar aula utama dipenuhi dengan warna-warna indah pada awal hingga akhir bulan November. Festival Kifune Momiji Tourou (Festival Lentera Maple Kifune) juga diselenggarakan dari tanggal 2 – 4 November. Pemandangan dedaunan musim gugur yang diselimuti dengan cahaya lembut dari lentera Jepang menciptakan suasana magis selama acara berlangsung.

Kuil Enkoji adalah salah satu tempat menikmati daun-daun musim gugur paling terkenal di Kyoto. Keistimewaan kuil ini adalah Kebun Jyu-gyu, yang dibangun secara harmonis dengan jalan setapak di sekitar kolam tengahnya. Saat musim gugur, pohon-pohon maple liar berubah menjadi merah dan melukis kebun dengan warna yang indah.

Kuil Enkoji juga dikenal sebagai tempat yang begitu mempesona ketika daun-daun di sini mulai berguguran. Daun-daun yang jatuh di atas hamparan lumut di kebun menghadirkan pemandangan khas Jepang, memberikan sentuhan elegan dan keanggunan yang membuat setiap orang berdecak kagum melihatnya. Lokasi kuil berada jauh dari kota dan membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapainya, tetapi Anda dapat melihat banyak pohon musim gugur yang indah melalui jendela Kereta Api Eizan dalam perjalanan Anda, sehingga waktu yang dihabiskan tidak akan terasa sia-sia.

Kuil Rurikoin dulunya adalah permata tersembunyi di Kyoto, tetapi dalam beberapa tahun terakhir, Instagram telah membuat tempat ini mengalami peningkatan popularitas.

Anda akan menemukan diri Anda terhanyut dalam keindahan pemandangan musim gugur saat berjalan-jalan di sekitar kuil. Jika Anda mencari tempat sempurna untuk mengambil foto dedaunan musim gugur di Kyoto, tidak ada yang bisa menggantikan Kuil Rurikoin. Demikian artikel tentang Keindahan Kyoto di Musim Gugur, semoga bermanfaat.

Read previous post:
momiji
Momiji Pada Musim Gugur

Close