Hipertensi The Sillent Killer, Hipertensi disebut silent killer karena peningkatan tekanan darah seringkali tidak menunjukkan gejala sehingga seseorang dapat menderita hipertensi selama bertahun- tahun tanpa disadarinya.

Hipertensi The Sillent Killer

hipertensi the sillent killer

hipertensi the sillent killer

hipertensi bisa menyebabkan munculnya penyakit-penyakit serius yang mengancam nyawa, seperti gagal jantung, penyakit ginjal, dan stroke.

Hipertensi atau Tekanan Darah Tinggi

Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah kondisi medis yang secara signifikan dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit jantung, otak, dan termasuk ginjal.

Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah kondisi kronis di mana tekanan darah meningkat. Hipertensi dapat terjadi selama bertahun-tahun tanpa disadari oleh penderitanya. Bahkan, tanpa gejala sekalipun, kerusakan pembuluh darah dan jantung terus berlanjut dan dapat dideteksi.

WHO menyatakan bahwa meskipun pengobatan hipertensi telah terbukti mencegah penyakit jantung dan pembuluh darah sehingga memperpanjang dan meningkatkan kualitas hidup, namun hipertensi tetap tidak terkelola dengan baik di negara maju maupun negara berkembang.

Sekitar 30% orang dewasa tidak menyadari mereka menderita hipertensi dan lebih dari 40% individu dengan hipertensi tidak menerima pengobatan. Selain itu, dua dari tiga penderita hipertensi, tekanan darahnya tidak dapat dikendalikan hingga normal. Hipertensi yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan, seperti serangan jantung dan stroke.

Hampir semua orang dapat mengalami tekanan darah tinggi. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebut angkanya saat ini terus meningkat secara global. Bahkan, peningkatan orang-orang dewasa di seluruh dunia yang akan mengidap hipertensi diprediksi melonjak hingga 29 persen pada tahun 2025.

Peningkatan kasus hipertensi juga terjadi di Indonesia. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) milik Kementerian Kesehatan RI tahun 2018 menunjukkan bahwa 34,1 persen penduduk Indonesia memiliki tekanan darah tinggi. Sementara pada 2013, jumlahnya masih mencapai 25,8 persen.

Menurut JNC VIII (Joint National Committee on the prevention, detection, evaluation and treatment of high blood pressure) Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg.

Pemeriksaan tekanan darah dilakukan dua kali pengukuran dengan selang waktu lima menit dalam keadaan cukup istirahat/tenang. Hipertensi merupakan silent killer (Membunuh secara diam-diam) dimana Hipertensi tidak memiliki gejala yang spesifik, sehingga si penderita tidak mengetahui bahwasanya menderita tekanan darah tinggi.

Penderita hipertensi biasanya mengetahui tekanan darahnya tinggi secara tidak sengaja saat berobat penyakit yang lain atau telah timbul komplikasi.

Gejala hipertensi

Gejala hipertensi biasanya muncul bila sudah berat dan sudah terdapat komplikasi pada penderita, gejalanya dapat bervariasi pada masing-masing individu seperti sakit kepala atau rasa berat di tengkuk, Pusing berputar (vertigo), jantung berdebar-debar, mudah lelah, penglihatan kabur, telinga berdenging (tinnitus), dan mimisan.

Dilansir dari klikdokter.com, Untuk mencegah hipertensi, disarankan untuk menjaga berat badan ideal, tidak merokok, olahraga teratur, dan menghindari stres. Selain itu, kurangilah asupan garam dan mengonsumsi makanan yang kaya akan omega-3, kalium, kalsium, dan magnesium.

Penyebab hipertensi (tekanan darah tinggi)

Ada dua klasifikasi atau jenis hipertensi berdasarkan penyebabnya. Hipertensi primer atau esensial umumnya terjadi karena faktor keturunan atau gaya hidup yang tidak sehat, seperti merokok, terlalu banyak mengonsumsi natrium (garam), stes, malas bergerak, mengonsumsi alkohol berlebihan, dan obesitas.

Yang utama untuk menghindari hipertensi adalah dengan memperbaiki  gaya hidup. Pola hidup sehat yang dapat diterapkan, di antaranya Mengurangi asupan garam, Olahraga teratur, Menurunkan berat badan, Berhenti merokok. Demikian artikel tentang Hipertensi The Sillent Killer, semoga bermanfaat.

Source: klikdokter.com, hellosehat.com, p2ptm.kemkes.go.id

Read previous post:
labuan bajo yang mempesona
Labuan Bajo yang mempesona

Close