Filosofi Padi, Semakin berisi semakin merunduk, Padi mengajarkan kita untuk bersikap rendah hati, selalu berusaha, bersyukur, bersabar, berikhtiar serta menyadari bahwa semua keutamaan adalah berasal dari Allah SWT.

Filosofi Padi

Rendah hati berbeda dengan rendah diri. Rendah hati menunjukan sikap tawadhu, sementara rendah diri bersifat negatif yang menunjukan kelemahan diri seseorang.

Seperti padi, hendaknya kita menjadi pribadi yang berguna bagi banyak orang. Ini pula yang diajarkan oleh Rasulullah saw dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Imam Muslim. “Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia yang lainnya.”

Hidup ibarat Filosofi Padi, Padi akan tumbuh berwarna hijau. Warna hijau melambangkan hidup kita pada masa kanak-kanak, yang selau ceria dan berseri.

Cobaan hidup mulai menghadang ketika hama yang kerap datang menyerang, cobaan adalah tempat kita ditempa dalam kehidupan yang akan membuat kita semakin matang.

Kemudian padi akan berwarna kuning, melambangkan pendewasaan kematangan dan kebersamaan. Sikap dewasa karena tempaan hidup yang beraneka ragam. Akan ada banyak cerita baik susah ataupun senang. Bahagia ataupun duka. Jiwa yang tangguh, akan semakin kuat dengan pengalaman yang dialaminya.

Padi yang semakin menguning akan semakin berisi  dan merunduk. Itulah padi. Filosofi Padi yang mengajarkan kita banyak hal akan kehidupan, Jika ia berisi maka tidak akan pernah sombong dan angkuh, Padi akan selalu merunduk penuh sahaja dan kedewasaaan dengan aura yang terpancar dalam dirinya. Semoga filosofi Padi ini bermanfaat untuk kita semua.

Read previous post:
slg kediri 2006
SLG Kediri

Close