Apa itu Kolesterol tinggi, Kolesterol tinggi atau disebut juga dislipidemia adalah ketidakseimbangan kolesterol akibat tingginya kadar kolesterol. Kolesterol merupakan senyawa yang ditemukan pada lemak atau lipid dalam darah Anda.

Apa itu Kolesterol tinggi

Dilansir dari mayoclinic.org, “Cholesterol is a waxy substance found in your blood. Your body needs cholesterol to build healthy cells, but high levels of cholesterol can increase your risk of heart disease.

With high cholesterol, you can develop fatty deposits in your blood vessels. Eventually, these deposits grow, making it difficult for enough blood to flow through your arteries. Sometimes, those deposits can break suddenly and form a clot that causes a heart attack or stroke.

High cholesterol can be inherited, but it’s often the result of unhealthy lifestyle choices, which make it preventable and treatable. A healthy diet, regular exercise and sometimes medication can help reduce high cholesterol.

Kolesterol adalah zat lilin yang ditemukan dalam darah Anda. Tubuh Anda membutuhkan kolesterol untuk membangun sel yang sehat, tetapi kadar kolesterol yang tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

Kolesterol tinggi disebabkan oleh timbunan lemak di pembuluh darah Anda. kemudian endapan ini tumbuh, sehingga menyulitkan  darah untuk mengalir melalui arteri Anda. Terkadang, endapan tersebut bisa pecah tiba-tiba dan membentuk gumpalan yang dapat menyebabkan serangan jantung atau stroke.

Kolesterol dalam kadar yang sesuai sebenarnya dibutuhkan oleh tubuh dalam membantu membangun sel-sel baru agar tubuh bisa tetap berfungsi secara normal. Namun jika tingkat kolesterol dalam darah melampaui kadar normal, maka kondisi ini disebut sebagai hiperkolesterolemia atau kolesterol tinggi. Kondisi kolesterol tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit serius.

Penyebab Kolesterol Tinggi

Penyebab utama dari kolesterol tinggi adalah adanya jumlah lemak yang tinggi dalam pembuluh darah. Kolesterol ada dalam darah dan, karena itu, akan berkombinasi dengan protein lain di dalam tubuh. Kombinasi protein dan kolesterol disebut lipoprotein. Jenis lipoprotein yang membawa lemak menentukan jenis kolesterol yang berbeda, meliputi:

  • High-density lipoprotein (HDL) – HDL
    HDL adalah jenis kolesterol yang baik bagi tubuh. HDL mengumpulkan kelebihan kolesterol dan membawanya kembali ke hati.
  • Very Low-density lipoprotein (VLDL) – VLDL
    VLDL mengandung sejumlah besar lemak yang disebut trigliserida, yang dapat terikat pada protein dan menyebabkan peningkatan ukuran kolesterol LDL. Meskipun VLDL bukanlah penyebab dari masalah kolesterol tinggi, VLDL memiliki efek yang memberatkan pada seseorang yang memiliki masalah kolesterol.
  • Low-density lipoprotein (LDL) – Low-density lipoprotein atau LDL
    biasa dikenal sebagai jenis kolesterol jahat yang menyebabkan pengerasan pembuluh darah yang mengarah ke masalah dalam aliran darah. Jenis kolesterol LDL menjadi salah satu penyebab seseorang pada risiko terbesar terkena masalah jantung atau stroke.

Gejala Kolesterol

Gejala kolesterol terjadi karena adanya pengendapan pada dinding arteri karena kadar kolesterol yang berlebihan, adanya hambatan pada aliran darah di jantung, otak, dan bagian tubuh lainnya bisa terjadi. Koleterol tinggi meingkatkan risiko seseorang terkena penyempitan arteri atau aterosklerosis, penggumpalan darah di bagian-bagian tubuh tertentu, stroke ringan, stroke, sampai serangan jantung.

Rasa sakit di dada bagian depan atau pada lengan (angina) ketika seseorang mengalami stres atau sedang melakukan kegiatan fisik yang berat juga dapat disebabkan karena kolesterol yang tinggi. Kolesterol tinggi juga meningkatkan risiko seseorang untuk terkena penyakit jantung koroner.

Pengidap kolesterol tinggi akan lebih berisiko terkena stroke atau penyakit jantung jika tidak mengubah pola makan dan tidak berhenti merokok, karena pada rokok ditemukan sebuah zat kimia yang disebut akrolein. Zat ini dapat menghentikan aktivitas kolesterol baik atau HDL untuk mengangkut timbunan lemak menuju hati. Akibatnya, bisa terjadi penyempitan arteri atau aterosklerosis.

Faktor risiko kolesterol tinggi

Berikut ini adalah faktor risiko kolesterol tinggi diantaranya adalah:

  • Gaya hidup yang yang tidak sehat seperti kebiasaan mengonsumsi makanan yang mengandung kadar lemak atau kolesterol tinggi
  • Obesitas atau kegemukan
  • Minum minuman yang mengandung alkohol
  • Memiliki masalah kesehatan tertentu seperti hipertensi ,diabetes, penyakit jantung dll
  • Keturunan yaitu memiliki anggota keluarga yang menderita kolesterol tinggi.
  • Kurang olahraga

Salah satu gaya hidup tidak sehat dapat menyebabkan kolesterol tinggi. Kebiasaan ini dapat membuat tekstur kolesterol jahat makin lengket dan menyumbat pembuluh darah. Kolesterol tinggi dapat  dicegah dan diobati dengan cara hidup sehat, pola makan yang sehat, dan olahraga yang teratur. Demikian artikel tentang Apa itu Kolesterol tinggi, semoga bermanfaat.

Source : mayoclinic.org, halodoc.com

Read previous post:
Microsoft akan Merilis Office 2021

Close